Apa Itu Shared Hosting?
Shared hosting berarti website Anda berbagi resource CPU, RAM, dan storage dengan puluhan atau ratusan website lain di server yang sama. Provider mengelola server sepenuhnya sehingga user fokus pada konten.
Apa Itu VPS?
VPS (Virtual Private Server) membagi server fisik menjadi beberapa virtual machine terisolasi. Anda mendapat alokasi resource dedicated dan akses root/SSH untuk konfigurasi lebih bebas.
Perbandingan Resource dan Performa
- Shared: resource dinamis, bisa terpengaruh website tetangga saat traffic spike.
- VPS: RAM dan CPU guaranteed, performa lebih stabil untuk traffic menengah-tinggi.
Keamanan dan Isolasi
Di shared hosting, kerentanan website lain di server yang sama bisa menjadi risiko. VPS memberikan isolasi lebih baik karena environment terpisah, cocok untuk toko online yang menangani data pelanggan.
Kemudahan vs Kontrol
Shared hosting unggul untuk pemula: instal WordPress satu klik, panel grafis, tanpa perlu sysadmin. VPS menuntut pengetahuan Linux, firewall, dan update keamanan — atau gunakan managed VPS.
Biaya
Shared hosting bisa mulai puluhan ribu rupiah per bulan. VPS unmanaged mulai ratusan ribu ke atas, tetapi cost-per-performance lebih efisien saat website sudah monetized atau traffic tinggi.
Kapan Upgrade ke VPS?
- Traffic rutin melebihi batas shared hosting.
- Butuh instal software custom yang tidak didukung shared.
- Butuh isolasi keamanan lebih ketat.
- Website sering down karena resource limit.
Kesimpulan
Mulai dengan shared hosting untuk efisiensi biaya. Upgrade ke VPS saat performa, keamanan, atau fleksibilitas menjadi bottleneck pertumbuhan website Anda.
Top Up 