Cara Migrasi Website ke Hosting Baru Tanpa Downtime

Ditulis Oleh ZTOPUP Pada June 22, 2026 01:24 PM • 144 views

banner

Kapan Perlu Migrasi Hosting?

Migrasi diperlukan saat performa lambat, biaya tidak efisien, support buruk, atau website outgrow paket saat ini. Perencanaan yang baik mencegah kehilangan data dan downtime panjang.

Tahap 1: Backup Lengkap

  • Backup semua file via FTP, File Manager, atau fitur backup provider.
  • Export database MySQL via phpMyAdmin atau mysqldump.
  • Catat konfigurasi email, cron job, dan .htaccess custom.

Tahap 2: Siapkan Hosting Baru

Buat akun hosting, add domain, buat database baru, dan import SQL. Upload file website ke public_html. Update wp-config.php atau file config aplikasi dengan kredensial database baru.

Tahap 3: Tes Sebelum Go Live

Akses website via IP atau hosts file lokal untuk memastikan semua halaman, form, dan login berfungsi. Perbaiki path broken dan permission folder sebelum switch DNS.

Tahap 4: Turunkan TTL DNS

24–48 jam sebelum migrasi, turunkan TTL record DNS menjadi 300 detik (5 menit) agar propagasi setelah perubahan nameserver lebih cepat.

Tahap 5: Switch DNS / Nameserver

Update nameserver di registrar domain ke hosting baru. Propagasi global bisa 15 menit–48 jam. Monitor website dari berbagai ISP selama periode ini.

Tahap 6: Post-Migrasi

Aktifkan SSL di hosting baru, setup redirect HTTP ke HTTPS, dan pantau error log. Baru setelah stabil 1–2 minggu, nonaktifkan hosting lama.

Kesimpulan

Migrasi tanpa downtime bukan magic — kuncinya backup lengkap, tes menyeluruh, dan timing DNS yang tepat. Banyak provider menawarkan migrasi gratis jika Anda tidak ingin repot.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!